Ekonomi Syariah: Pengertian, Tujuan, dan Karakteristiknya

Share:

Pengertian ekonomi syariah Mengutip buku Ekonomi Syariah oleh Yoyok Prasetyo, pengertian ekonomi syariah sama dengan ekonomi Islam, yang membedakan hanya perspektif setiap pakar yang mendefinisikannya. Menurut Yusuf Qardhawi, pengertian ekonomi syariah adaah ekonomi yang berdasarkan pada ketuhanan dengan tujuan 303 slot kepada Tuhan dan memanfaatkan sarana yang tidak lepas dari syariat Tuhan.

Menurut Monzer Kahf, pengertian ekonomi syariah adalah bagian dari ilmu ekonomi yang bersifat interdisipliner. Artinya, ekonomi syariah tidak dapat berdiri sendiri dan perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu pendukungnya. Menurut M.A Mannan, pengertian ekonomi syariah adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajarai masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

Sementara menurut Umar Chapra, pengertian ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan yang membantu manusia mewujudkan kesejahteraan melalui alokasi dan distribusi berbagai sumber daya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Namun, tanpa mengekang kebebasan individu secara berlebih, menciptakan ketidakseimbangan makro ekonomi dan ekologi, atau melemahkan solidaritas keluarga dan sosial.

Karakteristik ekonomi syariah Karakteristik ekonomi syariah adalah ciri khas yang membedakannya dengan ekonomi lain seperti ekonomi kapitalis dan sosialis. Seperti diketahui, ekonomi syariah merujuk pada Al-Quran dan hadis di mana hal ini tidak dipahami pada sistem ekonomi konvensional. Para ahli memiliki penjelasan yang berbeda mengenai karakteristik ekonomi syariah. Berikut karakteristik ekonomi syariah yang didefinisikan oleh para ahli, yaitu:

Ekonomi ketuhanan. Artinya, bersumber dari wahyu Allah dalam bentuk syariat Islam.

Ekonomi pertengahan. Meski bersumber dari Allah, ekonomi domino 88 juga menekankan pada kesejahteraan manusia. Jadi, ekonomi syariah berpandangan bahwa hak individu harus seimbang dengan dunia dan akhirat.

Ekonomi berkeadilan. Artinya, ekonomi syariah sangat memperhatikan aspek keadilan bagi semua pihak.

Tujuan ekonomi syariah Melansir buku Pengantar Ekonomi SIlam oleh Mohammad Hidayat, terdapat beberapa tujuan ekonomi syariah, yaitu: Kesejahteraan ekonomi dalam kerangka norma moral islam. Persaudaraan dan keadilan universal. Distribusi pendapatan dan kekayaan yang merata Kebebasan individu dalam konteks kemaslahatan sosial

Prinsip dasar ekonomi Syariah Mengutip situs resmi Bank Indonesia, dalam mengembangkan sistem ekonomi syariah, Islam memegang teguh prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah. Prinsip ini dijabarkan sebagai berikut:

Membayarkan zakat ke orang yang membutuhkan, agar roda perekonomian berputar karena harta yang mengendap disalurkan ke orang miskin untuk menghasilkan aktivitas ekonomi yang produktif.

Melarang riba dalam kegiatannya. Misalnya, saat menyimpan atau meminjam uang di bank syariah tidak akan dikenakan bunga. Sebab, ekonomi syariah mengganggap uang hanya bisa didapat dan mendatangkan hasil dari kegiatan sektor riil.

Bertransaksi produktif dan berbagi hasil. Ekonomi syariah sangat menjunjung keadilan dan menekankan bagi hasil dan risiko.

Transaksi keuangan hanya terkait sektor riil, untuk menghindari financial bubble yang kerap terjadi pada ekonomi konvensional.

Partisipasi sosial untuk kepentingan publik. Hal ini sesuai dengan nilai ekonomi Islam di mana tujuan sosial diupayakan secara maksimal dengan menyalurkans sebagian harta untuk kepentingan bersama.

Bertransaksi atas dasar kerjasama dan keadilan untuk semua pihak. Setiap transaksi, khususnya perdagangan dan pertukaran harus mematuhi peraturan yang telah domino 88 syariat Islam.